Kematian Brigadir Polisi Esco Faska Relly menjadi sorotan publik nasional. Kasus ini bukan hanya menyita perhatian karena korban adalah anggota Polri yang dikenal disiplin dan ramah, tetapi juga karena tersangka utama yang ditetapkan adalah orang terdekatnya sendiri—istrinya, Briptu Rizka Sintiyani. Artikel ini akan mengulas secara lengkap perkembangan terbaru kasus ini, latar belakang korban, penetapan tersangka, pembatalan konferensi pers, serta spekulasi yang berkembang di masyarakat.
Profil Brigadir Esco: Polisi Ramah dan Berdedikasi
Brigadir Esco dikenal sebagai sosok yang bersahaja, disiplin, dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota Polri. Rekan-rekannya menyebut Esco sebagai pribadi yang mudah bergaul dan tidak pernah menunjukkan tanda-tanda adanya masalah serius dalam kehidupan pribadinya. Oleh karena itu, kematiannya yang mendadak dan tragis menimbulkan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar.
Kronologi Awal Kematian Brigadir Esco
Kematian Brigadir Esco terjadi secara mendadak dan menimbulkan banyak spekulasi. Awalnya, publik berharap pihak kepolisian segera memberikan penjelasan resmi agar misteri ini bisa terungkap. Namun, proses penyelidikan ternyata memakan waktu cukup lama dan penuh teka-teki.
Pada Jumat, 19 September 2025, penyidik dari Polres Lombok Barat bersama Polda NTB melakukan gelar perkara maraton sejak pagi hingga sore. Hasil dari gelar perkara tersebut sangat mengejutkan: tersangka pertama dalam kasus ini adalah Briptu Rizka Sintiyani, istri dari Brigadir Esco sendiri.
Penetapan Tersangka: Istri Korban Jadi Tersangka Utama
Penetapan Briptu Rizka sebagai tersangka langsung menggegerkan publik. Banyak yang tidak menyangka bahwa orang yang seharusnya menjadi pendamping hidup justru diduga kuat terlibat dalam kematian sang suami. Hal ini memicu berbagai spekulasi mengenai motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.
Apakah ini terkait masalah rumah tangga? Apakah ada konflik pribadi yang memuncak? Ataukah ada pihak ketiga yang turut bermain dalam tragedi ini? Semua pertanyaan tersebut masih belum terjawab secara resmi.
Konferensi Pers yang Batal: Publik Semakin Bingung
Rencananya, Polres Lombok Barat akan menggelar konferensi pers pada Sabtu, 20 September 2025, untuk membeberkan kronologi lengkap dan motif di balik kasus ini. Namun, secara mendadak, konferensi pers tersebut dibatalkan tanpa alasan yang jelas.
Melalui keterangan resmi dari Humas Polres Lombok Barat, disebutkan bahwa seluruh akses informasi terbaru kini dialihkan ke Bidang Humas Polda NTB. Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, hanya memberikan pernyataan singkat bahwa rilis akan dikabarkan bersamaan dengan perkembangan penanganan kasus.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya tersangka lain, Kholid menyatakan bahwa hal tersebut masih akan didalami lebih lanjut oleh penyidik. Pernyataan ini membuka kemungkinan bahwa Briptu Rizka bukan satu-satunya pelaku dalam kasus ini.
Spekulasi Publik: Motif dan Dugaan Keterlibatan Pihak Lain
Karena belum ada penjelasan resmi mengenai motif, masyarakat mulai berspekulasi. Beberapa dugaan yang muncul antara lain:
- Masalah rumah tangga yang memuncak menjadi konflik serius.
- Perselingkuhan atau kehadiran orang ketiga.
- Tekanan psikologis atau gangguan mental.
- Keterlibatan pihak lain yang memiliki kepentingan tertentu.
Spekulasi ini semakin berkembang karena minimnya informasi resmi dari pihak kepolisian. Publik merasa bahwa kasus ini belum ditangani secara transparan, apalagi dengan dibatalkannya konferensi pers yang seharusnya menjadi momen klarifikasi.
Reaksi Keluarga dan Rekan Kerja Brigadir Esco
Keluarga besar Brigadir Esco sangat terpukul dengan kejadian ini. Mereka kehilangan sosok yang selama ini menjadi kebanggaan keluarga. Rekan-rekan kerja Esco juga merasa kehilangan dan berharap agar kasus ini segera terungkap secara adil dan transparan.
Banyak yang menyuarakan agar penyidik bekerja secara profesional dan tidak menutup-nutupi fakta. Kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dipertaruhkan dalam kasus ini.
Tantangan Penyidikan: Mengungkap Kebenaran di Tengah Sorotan Publik
Kasus ini menjadi tantangan besar bagi penyidik Polres Lombok Barat dan Polda NTB. Mereka harus bekerja ekstra untuk mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya, termasuk motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Tekanan dari publik sangat besar, terutama karena korban adalah anggota Polri dan tersangka adalah istrinya yang juga anggota Polri. Transparansi dan akurasi dalam penyidikan menjadi kunci utama agar kasus ini tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
Kesimpulan: Misteri yang Belum Terpecahkan
Meskipun satu tersangka telah ditetapkan, yaitu Briptu Rizka Sintiyani, misteri kematian Brigadir Esco masih jauh dari kata selesai. Motif belum diungkap, konferensi pers dibatalkan, dan publik masih dipenuhi dengan spekulasi.
Semua mata kini tertuju pada langkah penyidik. Apakah Briptu Rizka akan terbukti sebagai pelaku tunggal? Ataukah ada pihak lain yang turut terlibat dalam pusaran tragedi ini? Jawabannya masih ditunggu oleh masyarakat luas.

